5 Penyebab Obesitas Saat Hamil (Dilengkapi Risikonya)

Ditulis Oleh | Kamis, 03 Oktober 2019 09:20 | Dibaca : 24 Kali
5 Penyebab Obesitas Saat Hamil (Dilengkapi Risikonya)

DokterSehat.Com – Wanita hamil memang cenderung mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. Kenaikan berat badan ini bisa terjadi dengan sendirinya atau karena pola makannya yang salah. Kegemukan yang terjadi dengan sendirinya terjadi karena pengaruh hormon. Sementara itu pada wanita yang tidak memperhatikan pola makannya, surplus kalori bisa terjadi.


Penyebab Obesitas Saat Hamil

Kegemukan saat hamil memang wajar untuk menyesuaikan dengan janin yang ada di dalam kandungan. Namun, kegemukan yang berlebihan juga tidak baik dan berpotensi menyebabkan gangguan pada tubuh.  Secara umum ada beberapa kondisi yang menyebabkan wanita mengalami kenaikan berat wajar tidak wajar, berikut yang paling sering terjadi:

 

    Tidak Bisa Mengatur Asupan Nutrisi

 

Wanita yang sedang hamil membutuhkan banyak sekali nutrisi. Namun, bukan berarti wanita boleh makan apa saja dengan sembarangan, ya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kalori yang masuk ke dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan dan tidak terlalu kecil sehingga perkembangan bayi menurun.

 

Hindari makanan yang terlalu banyak lemak seperti junk food atau gorengan dan santan. Perbanyak buah, sayur, dan protein yang bebas lemak setiap harinya. Kalau Anda terbiasa memasak sendiri akan lebih baik karena nutrisi bisa terjaga.

 

Akan lebih baik lagi kalau Anda mencatat apa yang sedang dikonsumsi setiap harinya. Normalnya wanita membutuhkan kalori sekitar 2.000 setiap harinya. Namun, saat menikah kalorinya bisa naik sekitar 500. Selama Anda bisa melacak apa yang dimakan, kemungkinan mengalami surplus akan rendah.

 

    Tidak Mau Olahraga

 

Olahraga tetap penting selama hamil. Anda bisa melakukannya setiap hari atau dua hari sekali dengan intensitas ringan. Wanita bisa melakukan jalan santai setiap pagi untuk memperkuat kakinya. Selain itu, kesehatan kardiovaskular pada wanita juga mengalami peningkatan.

 

Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah angkat beban ringan dan menggunakan mesin. Kalau sudah tidak mampu lagi cukup dengan jalan sehat selama beberapa kali dalam seminggu. Dengan berjalan, tubuh jadi aktif lagi dan tidak akan terjadi bengkak atau nyeri di beberapa bagian tubuh.

 

    Sering Menunda Sarapan Pagi

 

Wanita yang menunda sarapan akan mengalami penurunan metabolisme setiap harinya. Penurunan ini membuat kadar lemak di dalam tubuh wanita terus meningkat. Sarapanlah setiap pagi meski agak mual. Ganjal perut sementara dengan susu atau makanan yang mudah dikunyah.

 

Setelah memasuki trimester ketiga, janin akan jadi lebih aktif dan membutuhkan banyak sekali makanan. Daripada Anda makan terlalu banyak dalam sekali waktu, lebih baik makan sedikit demi sedikit. Dengan begitu kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa lebih terkontrol lagi.

 

    Stres yang Berlebihan

 

Wanita yang hamil mudah sekali mengalami stres atau penurunan kualitas emosional. Kalau kondisi ini dibiarkan wanita akan melampiaskan rasa cemasnya dengan makan secara berlebihan dan tidak bisa dikontrol. Apalagi saat hamil tua, wanita akan sering bangun tengah malam karena harus buang air kecil berkali-kali.

 

Karena dirundung stres hingga takut saat melakukan persalinan, beberapa wanita sering makan berlebihan. Mereka melakukan itu karena ingin menenangkan diri dan tidak terlalu kepikiran.

 

    Mengalami Gangguan Tidur

 

Kualitas tidur wanita yang sedang hamil kerap mengalami penurunan. Setiap malam kaki dan punggung wanita sering sakit. Saat kandungan membesar mereka juga susah tidur. Kondisi ini membuat mereka jarang mendapatkan tidur dengan maksimal. Gangguan tidur akan membuat wanita sering makan berlebihan.

Risiko Obesitas pada Wanita Hamil

 

Wanita yang sedang hamil tetap harus memperhatikan indeks massa tubuh dan lemaknya. Kalau lemak di dalam tubuh menjadi berlebihan, risiko di bawah ini bisa saja terjadi.

 

    Risiko penurunan kekuatan rahim sehingga janin akan susah tumbuh dengan sempurna. Wanita yang memiliki rahim lemah akan mudah sekali mengalami keguguran. Selanjutnya wanita juga mudah mengalami persalinan dengan kondisi prematur.

    Peningkatan tekanan darah yang cukup berbahaya. Kondisi ini bernama preeklampsia. Wanita hamil memang berisiko alami ini, tapi mereka yang mengalami obesitas lebih berisiko lagi. Lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin agar tahu kondisi tubuh apakah tekanan darahnya stabil atau tidak.

    Gangguan kardiovaskular yang meliputi peredaran darah dan juga jantung. Kondisi ini bisa diturunkan dengan melakukan olahraga secara rutin. Itulah kenapa dalam satu minggu wanita hamil disarankan untuk melakukan olahraga selama 150 menit.

    Susah mengalami persalinan secara vaginal. Wanita yang mengalami gangguan ini lebih sering melakukan persalinan secara Caesar. Sebenarnya persalinan jenis apa pun sama-sama berisiko. Namun, persalinan dengan operasi Caesar rawan mengalami infeksi hingga gangguan lain pasca melahirkan.

    Meski bisa melakukan persalinan secara Caesar, risiko bedahnya juga cukup tinggi. Jadi, segala jenis persalinan tetap berisiko sebabkan bayi alami gangguan dan wanita alami perdarahan.

    Tubuh selalu lelah setiap saat. Wanita yang mengalami obesitas umumnya akan sulit tidur dan juga sering nyeri di perutnya akibat tekanan yang sangat kuat.

 

Dari uraian di atas, kita bisa membuat sebuah kesimpulan kalau menjaga pola makan dan olahraga baik untuk mencegah gangguan persalinan dan obesitas saat hamil.

 

 

 

 

 

Sumber:

 

    Mayo Clinic Staff. Pregnancy and obesity: Know the risks. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-and-obesity/art-20044409. (Diakses pada 20 September 2019).

    Stubert, Johannes. 2018. The Risks Associated With Obesity in Pregnancy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5954173/. (Diakses pada 20 September 2019).

    NHS. Overweight and pregnant. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/overweight-pregnant/. (Diakses pada 20 September 2019).

    AFP. Obesity in Pregnancy: Risks and Management. https://www.aafp.org/afp/2018/0501/p559.html. (Diakses pada 20 September 2019).

Daud Fek

ADMINISTRASI

puskosp.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.