Gejala demam berdarah pada anak-anak, remaja, dewasa dan pertolongan pertamanya Featured

Ditulis Oleh | Sabtu, 08 Februari 2020 07:14 | Dibaca : 443 Kali | Terakhir Diperbaharui : Sabtu, 08 Februari 2020 07:37
Gejala demam berdarah pada anak-anak, remaja, dewasa dan pertolongan pertamanya

Merdeka.com - demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang cukup sering terjadi di Indonesia. Sebabnya penyakit ini muncul karena gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sering ditemui di daerah tropis seperti Indonesia.


 

Sebenarnya demam dengue dan demam berdarah adalah 2 hal yang berbeda. Menurut beberapa penelitian, demam berdarah dengue diawali dari demam dengue yang kemudian memunculkan komplikasi menjadi dengue hemorrhagic fever atau demam berdarah dengue atau DBD.

Ilustrasi nyamuk Shutterstock/Gallinago_media


 

Ketika tidak ditangani dengan baik, demam dengue akan memunculkan beberapa gejala. Umumnya gejala demam berdarah yang terjadi adalah naiknya suhu tubuh menjadi sangat tinggi, sakit kepala, nyeri sendi dan nyeri otot. Dalam level yang parah, gejala demam berdarah meliputi kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, sulit bernapas, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di perut.

 

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa gejala demam berdarah menurut kelompok usia.

Gejala demam berdarah pada balita dan anak

 

Penyakit demam berdarah pada balita dan anak cukup sering terjadi. Bahkan seringkali penyakit ini merenggut nyawa balita dan anak-anak yang tidak ditangani dengan baik.

 

Gejala demam berdarah yang muncul pada balita dan anak ada yang berlevel ringan hingga komplikasi. Gejala demam berdarah di level ringan berupa demam tanpa diikutin dengan gejala tertentu yang biasanya munculnya sekitar 4-7 hari setelah digigit nyamuk penyebab demam berdarah atau nyamuk Aedes aegypti.

 

Jika di level ringan ini, demam berdarah tak kunjung diobati, bisa muncul gejala demam berdarah berikut ini:

 

    Demam tinggi hingga mencapai 40 derajat celcius

    Sakit kepala

    Mual dan muntah

    Pembengkakan pada kelenjar

    Nyeri di bagian belakang mata

    Nyeri pada tulang, otot, dan sendi

    Bintik-bintik merah di beberapa bagian tertentu

 

Pada kondisi tertentu, gejala demam berdarah di level tinggi ini akan memicu sindrom syok dengue yang dapat mengancam nyawa karena rawan terjadi kebocoran pembuluh darah dan penurunan jumlah trombosit. Sindrom ini disertai dengan gejala demam berdarah seperti pendarahan di gusi dan hidung, sulit bernapas, lemah, muntah, keringat dingin, dan nyeri parah di bagian perut.

Gejala demam berdarah pada remaja

Ilustrasi demam Shutterstock/Ronald Sumners


 

Remaja pun tak luput dari serangan demam berdarah. Apalagi jika tinggal di area dimana banyak nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Saat gigitan nyamuk menyerang tubuh, terjadi masa inkubasi selama 7-14 hari dan menimbulkan gejala demam berdarah berikut ini:

 

    Demam tinggi

    Sakit kepala

    Tubuh lemas dan munculnya bintik-bintik merah

    Nyeri di beberapa bagian tubuh seperti tulang, sendi, dan bagian belakang mata

    Kesulitan untuk bernapas dengan lega

 

Gejala demam berdarah pada orang dewasa

 

Meski dianggap memiliki sistem kekebalan tubuh yang tinggi, orang dewasa pun bisa terserang demam berdarah. Sebab gigitan nyamuk Aedes aegypti tak pandang bulu ketika menyerang.

 

Sebenarnya ada 3 jenis demam dengue yang menjadi cikal bakal gejala demam berdarah.

 

  1. Gejala demam berdarah klasik

 

Gejala demam berdarah klasik biasanya dimulai setelah masa inkubasi dari gigitan nyamuk yang terinfeksi berlangsung selama 4-7 hari. Gejala demam berdarah klasik ini meliputi:

 

    Demam tinggi, hingga 40 derajat C

    Sakit kepala parah

    Nyeri pada retro-orbital (bagian belakang mata)

    Nyeri otot dan sendi parah

    Mual dan muntah

    Ruam yang kemudian muncul di sekujur tubuh sekitar 3-4 hari setelah demam

 

  1. Gejala dengue hemorrhagic fever

 

Gejala dengue hemorrhagic fever muncul saat gejala demam berdarah klasik berlanjut. Sehingga gejala dengue hemorrhagic fever ini sama dengan gejala demam berdarah klasik namun ditambah dengan kerusakan di pembuluh darah dan kelenjar getah bening serta pendarahan di gusi, hidung, atau bawah kulit yang menyebabkan memar. Jenis gejala ini bisa berlanjut pada kematian.

 

  1. Gejala dengue shock syndrome

 

Gejala dari dengue shock syndrome bisa berlanjut menjadi jenis penyakit dengue yang paling parah. Gejalanya meliputi semua gejala demam berdarah klasik dan dengue hemorrhagic fever namun ditambah dengan pendarahan yang parah, kebocoran di luar pembuluh darah, hingga tekanan darah menjadi sangat rendah.

 

Umumnya gejala ini muncul pada mereka yang mengalami infeksi dengue untuk kedua kalinya. Biasanya anak-anak yang paling sering mengalami jenis dengue yang ketiga ini.

Ilustrasi minum air BT.com


Pertolongan dengue pertama

 

Begitu gejala demam berdarah atau infeksi dengue muncul, tidak panik adalah hal yang harus kamu lakukan. Memang kamu perlu untuk mendapatkan pertolongan medis segera. Namun saat pertolongan medis itu belum kamu dapatkan, kamu bisa melakukan pertolongan dengue pertama kali dengan perawatan ringan berikut ini:

 

    Minum banyak cairan, sebab saat suhu tubuh meningkat maka cairan tubuh akan berkurang banyak. Sehingga kamu harus banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi.

    Minumlah obat penurun demam dan bisa meringankan rasa sakit yang terjadi di sekujur tubuh karena infeksi dengue. Contohnya seperti Paracetamol. Namun hindari obat penghilang rasa sakit yang bisa meningkatkan risiko pendarahan seperti aspirin dan ibuprofen.

    Lanjutkan dengan istirahat yang cukup.

 

Pertolongan pertama ini hanya dilakukan untuk meringankan rasa sakit yang kamu rasakan. Selanjutnya, pergilah ke rumah sakit untuk kemudian mendapatkan perawatan demam berdarah lebih lanjut yang meliputi pemeriksaan di laboratorium. [feb]

 

Sumber : Merdeka.com

Daud Fek

ADMINISTRASI

puskosp.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.