AYO CEGAH BUNUH DIRI Featured

Ditulis Oleh | Selasa, 15 Oktober 2019 06:03 | Dibaca : 952 Kali | Terakhir Diperbaharui : Selasa, 15 Oktober 2019 06:51
Ilustrasi bunuh diri (asiandelight) Ilustrasi bunuh diri (asiandelight)

 Kesehatan Jiwa adalah kondisi dimana seseorang dapat berkembang secara fisik, mental spiritual dan sosial sehingga dapat menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan dan dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya (lingkungannya).


Kematian tertinggi ke 2 tertinggi akibat bunuh diri adalah pada kelompok umur 15-29 Tahun (WHO, 2015). Menurut WHO rata-rata 1 orang tewas akibat bunuh diri di dunia setiap 40 detik. Gangguan jiwa sangat lazim terjadi pada remaja-remaja dengan perilaku bunuh diri. Tidak semua tindakan bunuh diri disebabkan oleh gangguan jiwa, tetapi 80-90% remaja yang meninggal karena bunuh diri mempunyai psikopatologi signifikan seperti gangguan mood, gangguan cemas, problem perilaku, dan penyalahgunaan NAPZA.

Gangguan Pemicu bunuh diri salah satunya adalah gangguan mental seperti depresi dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Pemicu lainnya yaitu masalah ekonomi, masalah pribadi seperti percintaan, trauma dan penyakit yang diderita. Seseorang yang mengalami depresi dan pernah mencoba bunuh diri, beresiko tinggi untuk bunuh diri dibandingkan dengan orang yang belum pernah mencoba sebelumnya. Dengan demikian orang yang memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri perlu untuk mendapat perhatian khusus. Lima (5) gejala orang yang mengalami gangguan mental emosional adalah : 1. Mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup 2. Tidak mampu melakukan hal-hal bermanfaat dalam hidup, 3. Merasa tidak berharga, 4. Kehilangan minat pada berbagai hal, 5. Pekerjaan sehari-hari terganggu.

Manajamen stress atau mengelola stress adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi gangguan mental dan emosi. Manajemen stress berarti kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan manajemen stress adalah untuk memperbaiki kualitas hidup seseorang atau individu  agar menjadi lebih baik yaitu dengan cara : 1. Identifikasi kebiasaan dan perilaku yang menyebabkan stress, 2. Ganti kebiasaan atasi stress yang tidak sehat seperti merokok, minum alcohol, dan menggunakan narkoba, 3. Menerapkan 4A yaitu Avoid (menghindar dari penyebab stress), Alter (mengubah respons terhadap penyebab stress), Adapt (Beradaptasi dengan penyebab stress), Accept (Menerima keadaan yang tidak dapat dirubah), 4. Bersosialisasi dengan orang lain, 5. Menyediakan waktu untuk bersantai, 6. Gaya hidup sehat seperti tidak merokok, tidak minum minuman keras (alkohol) secara berlebihan, istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat serta rajin berolahraga.

 

“MARI KITA CEGAH BUNUH DIRI”

SEHAT JIWA DIMULAI DARI SAYA, KELUARGA DAN MASYARAKAT

 

 

Daud Fek

ADMINISTRASI

puskosp.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.