Menanggulangi peningkatan kasus DBD, UPT Puskesmas Oesapa melakukan penyuluhan keliling Featured

Ditulis Oleh | Sabtu, 26 Januari 2019 19:13 | Dibaca : 303 Kali | Terakhir Diperbaharui : Selasa, 29 Januari 2019 06:00
Pemberian informasi tentang penyakit DBD melalui penyuluhan keliling Pemberian informasi tentang penyakit DBD melalui penyuluhan keliling

Dalam rangka menanggulangi peningkatan kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Oesapa, UPT Puskesmas Oesapa melaksanakan penyuluhan keliling dan pembagian abate kepada masyarakat. Penyuluhan keliling dilaksanakan pada 5 Kelurahan Sekecamatan Kelapa Lima yaitu Kelurahan Kelapa Lima, Oesapa Barat, Oesapa Selatan, Oesapa, dan Lasiana  dengan tujuan agar masyarakat waspada terhadap penyakit DBD dengan mengenali tanda dan gejala DBD serta pencegahan terhadap penyakit DBD.


Pemberian informasi tentang penyakit DBD melalui penyuluhan keliling juga dilaksanakan sekaligus dengan pembagian abate kepada masyarakat. Penyuluhan keliling dan pembagian abate dilaksanakan agar masyarakat yang mendengar informasi tentang penyakit DBD sekaligus mendapatkan dan dapat menggunakan abate pada tempat-tempat penampungan air sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyakit DBD dengan membunuh jentik nyamuk dan memutuskan mata rantai perkembangbiakan nyamuk DBD (Aedes Aegypti).

pembagian abate kepada masyarakat

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh gigitan nyamuk DBD (Aedes Aegypti). Oleh karena itu, DBD merupakan penyakit menular. Apabila nyamuk menggigit orang yang terinfeksi DBD, maka nyamuk tersebut dapat menularkan kepada orang yang sehat pada gigitan berikutnya. Penular DBD adalah nyamuk Aedes Aegypti betina. Nyamuk Aedes Aegypti mempunyai ciri berwarna hitam dengan belang (loreng) putih pada seluruh tubuh, mampu terbang setinggi 100 m, aktif menggigit pada pagi hari sampai sore hari, tempat hinggap yang paling disenangi adalah benda-benda yang tergantung seperti pakaian, kalambu atau tumbuh-tumbuhan didekat tempat berkembang-biaknya (Biasanya ditempat lembab dan gelap).

Gejala dan tanda-tanda DBD adalah :

  1. Demam tinggi mendadak 2-5 hari
  2. Tanda-tanda perdarahan misalnya bintik-bintik merah, mimisan, muntah darah, gusi berdarah
  3. Gejala syok, yaitu tekanan darah menurun, gelisah, nafas cepat, ujung tangan dan kaki dingin, bibir biru

Penyakit DBD didiagnosis melalui pemeriksaan darah pada laboratorium (Ditemukan peningkatan nilai hematokrit dan penurunan angka trombosit).

Pencegahan DBD yaitu dengan melakukan gerakan 3M Plus yaitu :

  1. Menguras atau membersihkan tempat-tempat penampungan air minimal 1-2 Kali seminggu
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, bak, dll
  3. Menguburkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.
  4. Plus yaitu menggunakan kelambu, lotion anti nyamuk, menaruh abate pada tempat-tempat penampungan air (Abate tidak boleh digunakan untuk air minum dan air air yang digunakan untuk memasak).

dok; A. N

 

 

Daud Fek

ADMINISTRASI

puskosp.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.