Daud Fek

Daud Fek

ADMINISTRASI

Website URL: http://puskosp.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Daun patikan kebo atau biasa disebut daun biji kacang merupakan gulma yang dianggap mengganggu dalam dunia pertanian. Padahal, ada segudang manfaat kesehatan dari daun patikan kebo yang tidak pernah Anda sangka. Apa saja keistimewaan dari daun patikan kebo ini?

Apa itu daun patikan kebo?

Klikdokter.com, Jakarta Masih banyak orang tua yang merokok walaupun sudah tahu bahayanya, tak hanya pada diri mereka sendiri tapi juga pada anak-anaknya. Kini, sebuah penelitian semakin menegaskan bahwa orang tua yang merokok ternyata bisa memicu risiko penyakit jantung pada anak.

 

DokterSehat.Com – Wanita hamil memang cenderung mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. Kenaikan berat badan ini bisa terjadi dengan sendirinya atau karena pola makannya yang salah. Kegemukan yang terjadi dengan sendirinya terjadi karena pengaruh hormon. Sementara itu pada wanita yang tidak memperhatikan pola makannya, surplus kalori bisa terjadi.

PENGAMBILAN SAMPEL JAJANAN SEKOLAH DASAR

Kamis, 03 Oktober 2019 08:45

Petugas puskesmas Oespa mengambil sampel jajanan di sekolah dasar (SD) di wilayah kerja puskesmas oesapa. Ini dilakukan karena disinyalir jajanan dengan menggunakan bahan campuran berbahaya.

Pengawasan secara umum merupakan  serangkaian  kegiatan  yang diawali     pengamatan     kasat     mata, pengujian,  penelitian  dan  survey  guna memastikan  kesesuaian  apakah  sudah memenuhi standar atau belum. Pengawasan    adalah    proses    dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan    tindakan    yang    dapat mendukung    pencapaian    hasil    yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah  ditetapkan  tersebut,  serta  untuk mewujudkan  suatu  tujuan  yang  telah disusun  serta  direncanakan  oleh  pihak tertentu  terutama  instansi  pemerintah dengan  tujuan  mewujudkan  keinginan yang  akan  dicapainya.  Karena  dengan tanpa adanya pengawasan maka tujuan yang   akan   dilaksanakan   tidak   akan sesuai dengan apa yang dirancangkan.

Minggu 08 september 2019, Bertempat di Gereja Diaspora Lasiana, Posyandu Remaja ditetapkan oleh musyawarah masyarakat padasaat pembentukan posyandu remaja, untuk memberikan kemudahan dan mendekatkan akses dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja

agar dapat meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja.

 

Dalam rangka menanggulangi peningkatan kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Oesapa, UPT Puskesmas Oesapa melaksanakan penyuluhan keliling dan pembagian abate kepada masyarakat. Penyuluhan keliling dilaksanakan pada 5 Kelurahan Sekecamatan Kelapa Lima yaitu Kelurahan Kelapa Lima, Oesapa Barat, Oesapa Selatan, Oesapa, dan Lasiana  dengan tujuan agar masyarakat waspada terhadap penyakit DBD dengan mengenali tanda dan gejala DBD serta pencegahan terhadap penyakit DBD.

Kamis 18 Oktober 2018, Puskesmas Oesapa melakukan penyuluhan dan sweeping keliling terhadap masyarakat di kelurahan Oesapa dengan tujuan agar anak yang belum diberi imunisasi MR bisa terjaring dan diberikan imunisasi MR.

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Jumat, 19 Oktober 2018 05:42

Senin 15 oktober 2018, pukul 08 : 00 WITA Petugas promkes dan kepala puskesmas oesapa mengadakan penyuluhan kepada pasien tenteng manfaat dan langkah - langkah cuci tangan dengan baik dan benar, Untuk mengingatkan betapa pentingnya melakukian cuci tangan menggunakan sabun, PBB menetapkan tanggal 15 Oktober sebagai hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sedunia

KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Rabu, 10 Oktober 2018 04:24

Kebersihan gigi dan mulut adalah hal penting yang perlu terus dijaga. Kesehatan gigi dan mulut tak hanya terkait dengan persoalan estetika semata, tetapi juga dapat menimbulkan problem kesehatan yang serius.

Timbulnya penyakit yang berkaitan dengan gigi seperti seperti karies (gigi berlubang) atau penyakit periodontal (infeksi gigi/plak gigi) misalnya, dapat berakibat fatal terhadap kesehatan tubuh. 

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, Prof Sondang Pintauli, dua jenis gangguan pada gigi dan mulut ini dapat menimbulkan penyakit sistemik.    

"Apabila tidak cepat ditanggulangi dapat menyebabkan mikroba dalam plak gigi, menyebar dan menimbulkan penyakit sistemik seperti gangguan pada jantung, saluran pernapasan, diabetes bahkan menyebabkan kelahiran prematur,"     

Karies atau gigi berlubang merupakan penyakit pada jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum yang memfermentasi karbohidrat pada gigi.

Proses karies ditandai dengan terjadinya demineralisasi pada jaringan keras gigi, diikuti dengan kerusakan bahan organiknya yang menyebabkan terjadinya invasi bakteri dan kerusakan pada jaringan pulpa serta penyebaran infeksi ke jaringan periapikal dan menimbulkan rasa nyeri.

Sedangkan penyakit periodental merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri yang terakumulasi dalam plak, yang menyebabkan gingiva mengalami peradangan, sehingga sering juga disebut penyakit plak. Ia mengatakan, sama seperti organ tubuh lainnya, rongga mulut merupakan tempat berkumpulnya bakteri aerob maupun anaerob. Bakteri rongga mulut dapat menyebar melalui aliran darah yang disebut bakteremia.

Dari penelitian dilaporkan bahwa bakteremia terjadi pada 100 persen pasien setelah pencabutan gigi, 70 persen setelah pembersihan karang gigi, 55 persen  setelah pembedahan gigi molar tiga, dan 20 persen setelah perawatan saluran akar gigi.

Pada kondisi kesehatan mulut yang normal, hanya sejumlah bakteri yang masuk kedalam aliran darah dan tidak membahayakan. Namun pada individu yang mempunyai oral higiene buruk, maka jumlah bakteri pada permukaan giginya meningkat 2-10 kali, sehingga peluang terjadinya bakteremia menjadi lebih besar.

Teori fokal infeksi menyebutkan bahwa infeksi di rongga mulut bertanggung jawab terhadap terjadinya dan berkembangnya tiga penyakit sistemik yakni kardiovaskuler, diabetes melitus dan aterosklerosis.

"Namun dari ketiganya yang paling berpengaruh adalah penyakit kardiovaskuler, karena bakteri gigi dapat langsung masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah. Hal ini menunjukkan bahwa gigi dan rongga mulut dapat berfungsi sebagai jalur masuk bagi mikroba penyebab penyakit kebagian tubuh lainnya," katanya.

Sondang menambahkan, meski di beberapa negara berkembang dilaporkan sudah terjadi perbaikan atau peningkatan kesehatan gigi dan mulut, namun kesehatan gigi dan mulut tetap merupakan tantangan masalah kesehatan yang perlu ditanggulangi.

Dalam hal ini, diperlukan peran aktif masyarakat untuk berperilaku hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri. Tidak cukup hanya dengan kebiasaan pelihara diri saja, tetapi juga harus berusaha menghindari beberapa faktor risiko penyakit gigi dan mulut seperti merokok, alkohol dan stres. Selain itu, membiasakan diet dengan gizi seimbang, mengurangi asupan gula dan dan mengunjungi dokter gigi secara teratur minimal dua kali setahun.

"Dapat disimpulkan bahwa kesehatan gigi dan mulut yang dipelihara dengan baik dapat menghindarkan seseorang dari risiko menderita penyakit gigi dan mulut serta penyakit sistemik.

 

Sumber : KOMPAS.COM

Halaman 1 dari 2