Puskesmas Oesapa Kupang

Informasi Kesehatan

Frekuensi Tidur Berpengaruh Terhadap Serangan Jantung

Ditulis Oleh df | Rabu, 02 Oktober 2019 01:57
Beri Rating
(0 votes)
  Serangan jantung kerap dikira angin duduk, karena diawali dengan nyeri dada. Serangan jantung kerap dikira angin duduk, karena diawali dengan nyeri dada.

Sebuah studi menggunakan frekuensi tidur untuk mendeteksi serangan jantung.

 

REPUBLIKA.CO.ID, BOULDER -- Makan dengan nutrisi seimbang, rutin olahraga, serta menghindari rokok belum membuat seseorang melakoni gaya hidup sehat. Masih ada satu elemen yang melengkapi, yakni waktu tidur cukup dan berkualitas.

Frekuensi tidur itu berguna mendeteksi risiko serangan jantung. Temuan terungkap dalam studi yang digagas peneliti dari Universitas Colorado Boulder. Riset telah dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology.

 

Tim peneliti berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Universitas Manchester. Mereka menganalisis informasi genetik, rekam medis, dan kebiasaan tidur 461 ribu peserta. Usia responden berkisar antara 40 sampai 69 tahun.

 

Periset sengaja memilih peserta yang belum pernah mengalami serangan jantung. Observasi berlangsung selama tujuh tahun. Hasilnya, peserta yang tidur kurang dari enam jam tiap malam memiliki risiko 20 persen lebih besar mengalami serangan jantung.

 

Statistik itu disimpulkan selama periode studi, dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh sampai delapan jam tiap malam. Peserta yang tidur terlalu lama pun lebih berisiko. Mereka yang tidur lebih dari sembilan jam berisiko 34 persen lebih besar.

 

Artinya, posisi paling aman adalah mereka yang tidur enam sampai sembilan jam tiap malam. Peserta yang hanya tidur lima jam tiap malam memiliki risiko serangan jantung 52 persen lebih tinggi daripada peserta yang tidur tujuh sampai delapan jam.

 

Tidur panjang selama 10 jam juga kurang menyehatkan, dengan risiko dua kali lebih besar. Risiko tetap ada setelah memperhitungkan faktor lain seperti kebiasaan olahraga, kesehatan mental, komposisi tubuh, dan status sosial ekonomi, dikutip dari laman Bicycling, Rabu (2/10).

Dibaca 479 Kali Terakhir Diperbaharui Rabu, 02 Oktober 2019 04:06

Artikel Lainnya

Si Iva Juruselamat Kaum Perempuan

Si Iva Juruselamat Kaum Perempuan

SI IVA JURUSLAMAT KAUM PEREMPUAN PENGERTIAN IVA IVA Read More
Bunga Ungu Untuk kecantikan dan Kesehatan

Bunga Ungu Untuk kecantikan dan Kesehatan

Manfaat Daun Ungu untuk Kecantikan dan Kesehatan Tanaman Read More
Pengambilan Sampel DAM Di Kelurahan Kelapa Lima Oleh Petugas Kesling Puskesmas Oesapa

Pengambilan Sampel DAM Di Kelurahan Kelapa Lima Oleh Petugas Kesling Puskesmas Oesapa

Tujuan Pengambilan Sampel Sampling Air Untuk mendapatkan sampel, Read More
Manfaat Jahe untuk Ibu Hamil Muda dan Hamil Tua

Manfaat Jahe untuk Ibu Hamil Muda dan Hamil Tua

Jahe merupakan salah satu tanaman TOGA (Tanaman Obat Read More
Pria Wajib Tahu

Pria Wajib Tahu

PRIA WAJIB TAHU Maskulinnya seorang pria tergantung dari Read More
Senam GERMAS ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ) Puskeskemas Oesapa Dan Pustu

Senam GERMAS ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ) Puskeskemas Oesapa Dan Pustu

“JUMAT SEHAT” PUSKESMAS OESAPA Jumat sehat adalah salah Read More
Penyuluhan Imunisasi MR Puskesmas Oesapa

Penyuluhan Imunisasi MR Puskesmas Oesapa

Vaksin MR (vaksin campak dan rubella) diberikan untuk Read More
Mengerikan!!! keripik dan kerupuk yang anda makan

Mengerikan!!! keripik dan kerupuk yang anda makan

Keripik dan Kerupuk menjadi salah satu snack yang Read More
  • 1