Puskesmas Oesapa Kupang

Warta Puskesmas

AYO CEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) (OLEH UPTD PUSKESMAS OESAPA) Featured

Ditulis Oleh | Sabtu, 22 Februari 2020 03:04
Beri Rating
(2 votes)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi khususnya saat memasuki musim penghujan. Penyakit DBD adalah salah satu penyakit menular yang dapat menyerang semua usia. Menurut Data WHO, Asia Pasifik menanggung 75% dari beban dengue di dunia antara tahun 2004 dan 2010, sementara Indonesia dilaporkan sebagai Negara ke 2 dengan kasus DBD terbesar diantara 30 negara wilayah endemis (Pusat Data dan Informasi RI Tahun 2017).

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypty. Penyakit DBD ini merupakan penyakit menular karena apabila seseorang yang dalam darahnya mengandung virus Dengue, digigit nyamuk aedes aegypty, maka nyamuk tersebut akan membawa virus dan selanjutnya akan menularkan kepada orang lain melalui gigitan berikutnya. Nyamuk DBD aktif menggigit pada pagi dan sore hari.

Tanda dan Gejala penyakit DBD adalah :

  1. Demam tinggi mendadak ± 2-7 hari
  2. Nyeri pada lambung
  3. Tanda-tanda perdarahan misalnya munculnya bintik-bintik merah, mimisan, muntah darah, gusi berdarah
  4. Gejala syok, yaitu tekanan darah menurun, gelisah, nafas cepat, ujung tangan dan kaki dingin, bibir biru

Penyakit DBD didiagnosis melalui pemeriksaan darah pada laboratorium (Ditemukan peningkatan nilai hematokrit dan penurunan angka trombosit). Oleh karena itu, apabila ada tanda dan gejala DBD segera di bawa ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas/Rumah Sakit/Klinik terdekat.

 

Nyamuk DBD berkembangbiak pada tempat-tempat penampungan air yaitu pada genangan air yang tertampung di suatu tempat ataupun pada bejana di dalam atau sekitar rumah atau tempat-tempat umum, yaitu :

  1. Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari, seperti drum, tangki reservoir, tempayan, bak mandi/WC dan ember
  2. Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti tempat minum burung, vas bunga dan barang-barang bekas seperti ban, kaleng, botol, plastik
  3. Tempat penampungan air alamiah seperti lobang pohon, lobang batu, pelepah daun , tempurung kelapa, pelepah pisang dan potongan bambu.

 

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat berbahaya apabila terlambat penanganan dan sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkannya.

Namun penyakit ini bisa kita cegah yaitu dengan memutuskan mata rantai perkembangbiakan nyamuk DBD dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) baik di dalam rumah atau pun sekitar rumah dan lingkungan rumah dengan Gerakan 4 M Plus yaitu :

 

  1. Menguras atau membersihkan tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es
  2. Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, ember atau pun tempat penampungan air lainnya
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah seperti botol bekas, ban bekas, kaleng, plastik
  4. Memantau wadah atau tempat-tempat penampungan air lainnya seperti Vas/Pot bunga, tempat minum burung, wadah penampungan air ditempat dispenser, dan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar serta memantau bak sampah

Plus yaitu :

  1. Menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan;
  2. Menggunakan obat nyamuk atau lontion anti nyamuk
  3. Menggunakan kelambu saat tidur;
  4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk;
  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti selasih, serai, lavender, dan geranium
  6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah;
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk

 

MUSIM PENGHUJAN TELAH TIBA

SAAT NYA KITA WASPADA TERHADAP PENYAKIT DBD

AYO BERSIHKAN RUMAH DAN LINGKUNGAN SEKITAR KITA

JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN !!

 

MARI BERSAMA KITA CEGAH DBD !!!

Sumber : Promkes UPTD Puskesmas Oesapa

Dibaca 640 Kali Terakhir Diperbaharui Minggu, 28 Maret 2021 07:58
Daud Fek

ADMINISTRASI

puskosp.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Si Iva Juruselamat Kaum Perempuan

Si Iva Juruselamat Kaum Perempuan

SI IVA JURUSLAMAT KAUM PEREMPUAN PENGERTIAN IVA IVA Read More
Mengerikan!!! keripik dan kerupuk yang anda makan

Mengerikan!!! keripik dan kerupuk yang anda makan

Keripik dan Kerupuk menjadi salah satu snack yang Read More
Penyuluhan Imunisasi MR Puskesmas Oesapa

Penyuluhan Imunisasi MR Puskesmas Oesapa

Vaksin MR (vaksin campak dan rubella) diberikan untuk Read More
Pria Wajib Tahu

Pria Wajib Tahu

PRIA WAJIB TAHU Maskulinnya seorang pria tergantung dari Read More
Manfaat Jahe untuk Ibu Hamil Muda dan Hamil Tua

Manfaat Jahe untuk Ibu Hamil Muda dan Hamil Tua

Jahe merupakan salah satu tanaman TOGA (Tanaman Obat Read More
Senam GERMAS ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ) Puskeskemas Oesapa Dan Pustu

Senam GERMAS ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ) Puskeskemas Oesapa Dan Pustu

“JUMAT SEHAT” PUSKESMAS OESAPA Jumat sehat adalah salah Read More
Pengambilan Sampel DAM Di Kelurahan Kelapa Lima Oleh Petugas Kesling Puskesmas Oesapa

Pengambilan Sampel DAM Di Kelurahan Kelapa Lima Oleh Petugas Kesling Puskesmas Oesapa

Tujuan Pengambilan Sampel Sampling Air Untuk mendapatkan sampel, Read More
Bunga Ungu Untuk kecantikan dan Kesehatan

Bunga Ungu Untuk kecantikan dan Kesehatan

Manfaat Daun Ungu untuk Kecantikan dan Kesehatan Tanaman Read More
  • 1